Pemanfaatan MOL (Mikroorganisme Lokal)

Mikroorganisme lokal, atau yang sering disebut MOL adalah kumpulan organisme bermanfaat yang dapat digunakan sebagai dekomposer, agens hayati dan pupuk mikroba bagi tanaman.  Eksplorasi dan pengembangan MOL sangat mudah dilakukan, kita tinggal mengeksplorasi dari mana mol tersebut akan dipilih.  Bonggol pisang, rebung, buah maja, buah maupun sayur bisa digunakan sebagai sumber biakan.

Mikroorganisme-mikroorganisme non patogenik bagi tanaman yang di eksplor dari berbagai bahan organik tersebut mempunyai karateristik yang berbeda.  Mikroorganisme yang dieksplor dari bonggol pisang akan berbeda dengan mikroorganisme yang di eksplor dari rebung.  Sederhananya adalah mikroorganisme yang menguraikan rebung ekologinya berada di sekitar rebung tesebut, bisa dari permukaan tanah atau berada di sekeliling pertanaman bambu.  Sedangkan mikroorganisme yang menguraikan bonggol pisang ekologinya ya pasti di sekitar perakaran atau bonggol pisang, berada di dalam tanah dan materi bahan yang akan terdekomposisi juga berbeda, rebung dan bonggol pisang mempunyai sruktur dan susunan sel yang berbeda.  Sehaingga mikroorganisme yang menguraikannya juga berbeda.

Peranan MOL sebagai salah satu materi yang berguna bagi pertanian perlu mendapat perhatian dan perlu pengujian-pengujian serta penelitian lebih lanjut.  Biofertilizer berbasis mikroorganisme diharapkan mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah, biologi tanah serta menyeimbangkan kembali ekosistem pertanian, baik lingkungan rhizosfer maupun lingkungan lingkungan diatas rhizosfer.  Penelitian-penelitian lanjutan diharapkan mampu mengungkap lebih dalam tentang peranan MOL sebagai agen recovery ekosistem pertanian kita yang semakin tak seimbang.

Peran MOL sebagai dasar komponen pupuk mikroba tidak hanya bermanfaat bagi tanaman namun juga bermanfaat sebagai agen dekomposer bahan organik limbah pertanian, limbah rumah tangga dan limbah industri.  Nah untuk menggali potensi MOL lebih lanjut harus dilakukan pengujian-pengujian potensi yang dimiliki MOL tersebut.  Pemanfaatan MOL sebagai pupuk mikroba dan dekomposer harus semakin digalakkan.  Petani-petani sudah seharusnya merevolusi pemikiran mereka dari mindset intensifikasi menjadi recovery, rekonstruksi dan tidak hanya memperhatikan tujuan jangka pendek namun juga memperhatikan tujuan jangka panjang.  Pertanian dalam arti luas dan lingkungan tidak hanya milik kita pada saat sekarang namun juga menjadi milik anak cucu kita di masa depan. Apa yang dapat kita nikmati saat sekarang, udara bersih, sumber-sumber air yang melimpah, tanah pertanian yang subur serta kekayaan alam lainnya yang bersunber dari laut, darat dan udara merupakan warisan nenek moyang kita.  Sudah seharusnya kita juga mempersiapkan warisan yang baik juga bagi anak cucu kelak.

Kesan bahwa petani adalah kalangan menengah kebawah yang sangat membutuhkan uang, hasil konversi panen, dalam jangka pendek harus diubah.  Petani sudah saatnya tidak bertumpu pada harapan hasil panen semata.  Pertanian sudah harus menjadi sebuah bisnis dimana sektor-sektor penunjangnya harus digerakkan oleh petani tersebut secara mandiri.  Sektor saprodi, pupuk, pestisida misalnya, jangan hanya chemical based oriented sudah saatnya petani juga mandiri, bikin pupuk organik sendiri, bikin pestisida organik sendiri.  Dengan menggerakkan sektor saprodi secara mandiri secara tidak langsung akan berdampak pada pengurangan pemakain pupuk kimia.  Dengan berkurangnya pemakaian pupuk kimia maka modal yang selama ini di gunakan untuk membeli pupuk kimia dapat dikonversikan menjadi modal kerja untuk kegiatan pertanian yang lainnya misalnya membeli kambing untuk usaha peternakan, membuat kolam untuk usaha perikanan, dan lain sebagainya.

Pemanfaatan MOL sebagai komponen dalam pupuk mikroba diharapkan mampu membantu petani dalam produksi pupuk dan pestisida organik.  Petani diharapkan mau dan mampu memanfaatkan mikroba-mikroba lokal yang hidup di sekitar kita.  Sangat disayang kan apabila sumberdaya alam yang berupa MOL tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

2 responses to “Pemanfaatan MOL (Mikroorganisme Lokal)

  1. kalau mol untuk sayuran itu bagaiman sifatnya dan tolong kandungan masalah mol itu sendiri dilengkapi dan bagaimana cara pengaplikasian mol yang baik itu bagaimana
    dan apakah mol hanya untuk tanaman padi saja atau dapat digunakan untuk tanaman hortikultura misalnya bawang daun?

    • Mol, mikroorganisme lokal. adalah mikriorganisme spesifik lokasi. tumbuh dan berkembang untuk mendegradasikan bahan organik tertentu. Beda bahan organik beda pula mikroorganisme yang mendegradasikannya. Mol sayuran, dapat diartikan sebagi mikroorganisme yang mendegradasikan sayuran (serat dan lignin). Jadi sifat dari mo sayuran adalah mampu mendegradasikan sayuran dengan cepat, jadi limbah rumah tangga yang berupa sayuran dapat didegradasi dengan cepat. Aplikasi Mol pada Padi dan sayuran lebih baik mol yang berasal dari kedua tanaman tersebut, kalau untuk padi yang mol nasi, kalau sayuran ya mol msayuran. Kandungan mol sebenarnya adalah mikroorganisme (bisa bakteri atau jamur) nah manfaatnya jika disemprot pada tanaman adalah memperkaya flora fauna di lingkungan pertanaman. dengan beraneka ragam mikroflora dan fauna di daerah pertanman akan membentu tanaman tumbu dan berkembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s